F Ikidangbang : Memanfaatkan Sosial Media Untuk Mengembangkan Literasi Digital dan Potensi Desa Kidangbang | Ismanadi -->

Ikidangbang : Memanfaatkan Sosial Media Untuk Mengembangkan Literasi Digital dan Potensi Desa Kidangbang

Photo by Julian Hanslmaier on Unsplash

Saat ini, hampir disebagian besar wilayah Indonesia setiap warga negara telah merasakan akses Internet. Tak luput, Kawasan pedesaan pun sudah mampu mencicipi arus informasi yang begitu luar biasa dengan semakin meratanya jaringan Internet. Adanya kondisi pandemi, semakin membuat penetrasi konsumsi Internet semakin meluas dan melebar hingga masuk keranah pendidikan hingga jenjang dasar. Disrupsi informasi inilah yang seakan-akan membuat setiap wilayah tak terasa lagi tersekat-sekat. Hal ini menjadikan berbagai macam peluang semakin terbuka lebar, pun dengan tantangan yang semakin bertamah besar. 

Desa Kidangbang

Melihat kondisi era informasi seperti saat ini, saya yang memang besar dan hingga hari ini tinggal di desa, sepenuhnya merasakan belum terlalu maksimal adanya pemanfaat internet dalam kehidupan sehari-hari. Selain hanya dimanfaatkan untuk komunikasi kirim pesan ataupun video call serta opsi mencari hiburan selain dari televisi. Dibeberapa platform social mediapun yang lebih tinggi trafficnya adalah sekedar postingan jualan ataupun hal-hal personal lainnya.


Satu contoh yang lebih konkrit lagi, seperi halnya pemerintahan desa, juga belum memilki satu media informasi berupa website resmi sebagai rujukan informasi setiap warga. Adapun website yang menggunakan sub domain pemerintahan kabupaten, juga tidak dapat diakses.

Dari penelusuran penulis menemukan akun social media pemerintahan desa Kidangbang, entah itu official atau tidak namun justru tidak pernah adanya update konten ataupun informasi. Padahal, jika meniliki dari pemerintahan-pemerintahan atasnya, tidak jarang yang memanfaatkan media social secara maksimal. Sebagai jembatan informasi antara pemerintahan daerah dengan warganya.


Selain itu, saat ini hampir kebanyakan para orang tua di desa khususnya mengeluh jika anak-anaknya sebagaian besar waktunya habis dengan gadget. Dan Sebagian besar mengakses game dan social media. Ya memang belum terlalu ada pendampingan yang cukup terkait dengan penggunaan gadget yang lebih bermanfaat disamping hanya digunakan untuk bermain game.


Ikidangbang

Berawal dari keresahan pribadi terkait dengan beberapa hal diatas, saya mulai kepirikan untuk bareng-bareng dengan para pemuda desa Kidangbang untuk bikin sesuatu dan berperan aktif. Meskipun dimulai dengan aksi kecil setidaknya sudah memulai sesuatu yang positif untuk memanfaatkan era infomasi seperti saat ini untuk menempatkan diri sebagi pemain bukan penonton. Syukur-syukur kedepannya, Gerakan yang nantinya kita gagas mampu memberikan impact bagi semua, terutama yang ada di desa Kidangbang. 


Terbesitlah untuk memulainya dari social media dengan mengangkat bendera Ikidangbang. Tajuk ikidangbang merupakan 2 kata yang digabungkan yakni iki dan kidangbang yang memiliki arti ini Kidangbang. Ya memang kami inginkan mengangkat potensi desa untuk lebih bersuara di jagat maya dengan mengangkat konten tentang segala hal yang ada di desa terutama di Kidangbang. Selain itu, tentunya mulai menggalakkan literasi digital yang nantinya dapat menjadi salah satu alternatif rujukan bagi warganet utamanya di desa Kidangbang, khususnya yang masih dalam usia belajar ketika mengakses internet.

Konsep Logo Ikidangbang

Logo ikidangbang menggunakan jenis letter form logo. Yakni mengambil huruf I dan K sebagai dasar bentuk logo. Diikreasikan bentuknya sedemikian rupa menyerupai seekor kijang yang sedang berdiri gagah. Dengan mengambil warna identitas merah seperti halnya nama Kidangbang itu sendiri yang merupakan Kijang berwarna merah.


Ismanadi.


BERIKAN KOMENTAR ()