-->

Thursina IIBS Malang Campus Tour 2021: Pengalaman Membanggakan Diakhir Libur Lebaran


Minggu pagi (23/05/2021) pukul 07.15 WIB, kami (saya beserta istri dan 2 anak saya) berangkat dari rumah dengan mengendarai motor sejauh kurang lebih 28 Km menuju Thursina Insternational Islamic Boarding School yang berada di Desa Klandungan, Landungsari, Dau kabupaten Malang tepatnya di kampus putra untuk mengikuti agenda campus tour. 2 Minggu sebelumnya, kami memang telah mendaftarkan diri untuk mengikuti kegiatan ini melalui formulir online yang secara tidak sengaja kami lihat dari sosmed Thursina IIBS Malang, dan tentunya tanpa ada biaya apapun alias gratis. Tepat pukul 08.30 WIB, kami tiba di depan gerbang dan disambut salam dan senyuman dengan hangat oleh staff keamanan yang sekaligus menanyakan keperluan dari kedatangan kami. Tak berselang lama, kami-pun dihampiri oleh Ust. Qomar (Front Office Staff) sembari kami masih sibuk merapikan prokes di tempat parkir. Obrolanpun berlangsung hangat sambal kami berjalan menuju gedung paling depan yakni Gedung Sourbon.


Belum berselang lami dari percakapan kami dengan ust. Qomar, dikejauhan nampak datang serombongan keluarga lagi yang diakhir-akhir saya ketahui berdomisili dari Pandaan Jawa Timur. Tak berselang lama pula, ada satu lagi rombongan keluarga berikutnya yang juga hadir. Akhirnya disepakati campus tournya berbarengan dengan 3 keluarga, yang sekaligus kami adalah kloter pertama dihari terakhir kegiatan campus tour di Thursina IIBS yang sedianya telah digelar dari tanggal  17-23 Mei 2021.



Kampus Seluas 3 Hektar
Mengingat yang akan kami kunjungi cukup luas, Ust. Qomar mempersilahkan kami untuk membawa kendaraan dan berpindah parkir diarea tengah. Area sekitar depan masjid Thursina yang sepintas masih nampak proses pembangunannya dan kira-kira telah memasuki progress sekitar 85%an. Setibanya di area tengah, kami dijelaskan tentang bermacam-macam gedung yang ada di area male campus ini. Mulai dari Gedung Sourbon, Cordoba, Granada dan lainnya, serta berbagai macam fasilitas yang ada di male campus ini. Tak hanya itu, kamipun sempat menyimak lumayan Panjang terkait dengan penjelasan dari segi akademis seperti kurikulum, rutinitas kegiatan, program ernrichment dan extension bahkan disela-sela itu, beberapa orang tua mengutarakan banyak pertanyaan yang menarik. 

Secara luas lahan, male campus di Thursina IIBS Malang ini lebih besar dibandingkan dengan yang female campus. Akan tetapi dari segi pengembangan baru berjalan 4 tahun, semantara female campus sudah berjalan 8 tahun. Jadi sangat wajar masih ada bebrapa gedung yang masih dalam tahap pembangunan, serta lahan kosong yang menunggu giliran pembangunan. Meski begitu, untuk kegiatan pembelajaran dan lainnya sudah tidak ada kendala. Hanya saja, untku asrama santri SMP dan SMA saat ini masih dalam satu Gedung hanya terpisahkan dengan membedakan lantai saja. Selanutnya, jika seluruh Gedung telah rampung, asrama untku santri SMP dan SMA akan menempati Gedung yang berbeda.

Tampak Belakang Gedung Sorbon


Kurikulum di Thursina
Dari area tengah, selanjutnya kami diajak bergeser ke utara. Saya memutuskan `dengan berjalan kaki. Meski ada beberapa rombongan keluarga yang memilih bermobil dikarenakan ada beberapa peserta yang membawa lansia. Kami berjalan menyusuri depan Masjid Thursina yang hampir rampung dalam tahap pembangunan. Disamping kanan kami berjalan, terhampar lapangan sepak bola, bola basket, skatepark, dan area berkuda serta area wall climbing yang kebetulan hanya terlihat rangka-rangkanya saja. Begitu kami sampai di depan Gedung Cordoba, Ust. Qomar menjelaskan bahwa kurikulum yang digunakan di Thursina ada 3 macam. Pertama, menggunakan kurikulum nasional yang berlaku di Indonesia. Kedua, mengadopsi kurikulum Internasional bekerja sama dengan Center Of Cambrigde International Examination (CIE) Jawa Timur. Ketiga, juga menerapkan kurikulum Al Azhar. Dari segi kepesantrenan, Thursina juga memberikan challenge (baca:wajib) kepada setiap santri ditiap jenjang (SMP/SMA) memiliki hafalan Al-Qur`an minimal 5 Juz. Untuk metode pembelajaran Tahfidz Al-Qur`an menggunakan metode Al-Muyassar. Sementara itu, untuk pembelajaran Bahasa Arab (khususnya materi nahwu shorof) menggunakan metode Manhaji.

Thursina IIBS Malang memiliki tagline Holistic and Balanced Education. Sebagai salah satu upaya mewujudkan hal tersebut, dalam proses pembelajaran setiap santri akan mendapatkan Pembelajaran Berbasis Project (Project Based Learning/PBL). Yakni proses pembelajaran yang menggunakan sebuah project yang terintegrasi dengan berbagai mata pelajaran. PBL ini akan dilaksanakan siswa selama 4 kali yakni 3 kali group project, 1 kali community project dan 1 kali individual project sebagai ujian akhir kelulusan. 

Area Tengah Kampus


Untuk jenjang SMA, ada yang lebih menarik lagi. Selain setiap santri mendapatkan Pendidikan yang holistic, juga secara personalized. Artinya, setiap santri akan diberikan program penjurusan (specialization program) yang didasarkan pada minat sekaligus konseling karies sesuai rencana pekerjaan yang ingin ditekuni. Adapun diantara program penjurusan yakni Moslem Scholar (Ulama), Entrepreneurship (Pengusaha), Sciencepreneur (Ilmuwan Muslim), Chief Executive Officer (Pemimpin Organisasi) dan Professional.


Asrama Santri Baru
Begitu seluruh rombongan sudah berada di depan Gedung Cordoba, kami dipersilahkan masuk untuk melihat kondisi kamar santri. Dari jalan depan Gedung Cordoba yang dilapisi paving block, kami sudah harus membuka alas kaki begitu menginjakkan langkah pada anak tangga pertama menuju lobby Gedung Cordoba. Suasana modern nan Islami begitu kerasa ketika kami masuk. Plus kesejukan hawa di wilayah Dau semakin menambah keasrian suasana gedung asrama ini. Di dalam kamar santri, terdapat 6 Set tempat tidur susun lengkap dengan bed yang diperuntukkan bagi 12 Santri, berbeda dengan kamar santri putri yang hanya dihuni 8 santri. Mengingat ruangan cukup luas. Taksiran saya berukuran 7 x 6 M. Dengan desain kamar yang eco-friendly, suasana sejuk masih sangat terasa di dalam kamar meskipun tanpa ada air conditioner yang terpasang. 



Selain itu, didalam juga tersedia locker room sejumlah santri plus ruang penyimpanan dibawah tempat tidur untuk masing-masing santri yang lumayan cukup besar. Di dalam kamar juga telah dilengkapi dengan fasilitas kamar mandi, jemuran, dan sudut untuk kebersihan diri lainnya. Untuk laundry sendiri, khusus baju seragam telah include dalam fasilitas cuci gratis. Untuk baju lainnya bias dilaundry-kan atau dicuci sendiri. Yang lebih menarik, dibelakang Gedung Cordoba juga telah dilengkapi dengan kolam renang standar yang bisa digunakan oleh setiap santri. Mengingat, ada 3 macam olah raga wajib yang harus diikuti oleh santri yakni Berkuda, Berenang dan Panahan. 

Bersambung di part #2

BERIKAN KOMENTAR ()